Daftar Nama Nama Penyakit dari A sampai Z lengkap

Daftar Nama Penyakit dari A sampai Z lengkap | Yang namanya hidup tidak ada manusia satupun yang tidak pernah mengalami sakit, Penyakit adalah sesuatu yang pasti menghampiri pada setiap manusia yang tidak memandang umur bahkan janin calon bayi yang masih di dalam kandungan pun tidak luput dari serangan penyakit. Kita ummat manusia seyogyanya selau menjaga kesehatan dengan membiasakan pola hidup sehat serta jangan lupa berdo'a kepadaNYA (ALLAH) agar dijauhkan dari segala macam penyakit.
Berbicara soal penyakit ternyata kalau di hitung banyak sekali penyakit yang bisa bersarang di tubuh manusia, disini kami akan memberikan beberapa informasi tentang nama-nama panyakit tersebut, semoga saja nantinya kami juga bisa memberikan cara mencegah dan cara menyembuhkan beberapa penyakit yang kami sebutkan nantinya. Di bawah ini adalah Daftar Nama Nama Penykit Lengkap Dalam Dunia Kedokteran:

Baca juga : Daftar Nama dan Jenis Penyakit dari A sampai Z lengkap

Berikut daftar nama-nama penyakit lengkap sesuai dengan ilmu kedokteran

  1. Ablasio Retina Pelajari selengkapnya.!
  2. Ab0rs1
  3. Abses (Penimbunan N@nah)
  4. Abses Abdomen
  5. Abses Anorektal
  6. Abses Kepala dan Leher
  7. Abses Kulit (Abses Kutaneus)
  8. Abses Otak
  9. Abses Otot
  10. Abses Parafaringeal
  11. Abses Paru
  12. Abses Periapikal
  13. Abses Peritonsiler
  14. Abses Retrofaringeal
  15. Abses Tangan
  16. Adenokarsinoma Pankreas
  17. Akalasia (Kardiospasme, Esophageal aperistaltis, Megaesofagus)
  18. Akromegali
  19. Akrosianosis (Acrocyanosis)
  20. Aktinomikosis
  21. Alat Kelam1n Luar
  22. Albinisme (albino)
  23. Alergi dan Intoleransi Makanan
  24. Alergi Fisik
  25. Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )
  26. Alkalosis Metabolik
  27. Alkalosis Respiratorik
  28. Alk0h0lisme
  29. Alzheimer
  30. Amblyopia
  31. Amebiasis
  32. Amenore (tidak menstrua51)
  33. Amiloidosis
  34. Amnesia Disosiatif
  35. Anafilaksis (reaksi alergi akut)
  36. Anak Pemarah
  37. Anemia (Kurang darah)
  38. Anemia Hemolitik
  39. Anemia Karena Kekurangan Asam Folat
  40. Anemia Karena Kekurangan Vitamin B
  41. Anemia Karena Kekurangan Vitamin C
  42. Anemia Karena Kekurangan Zat Besi
  43. Anemia Karena Kelainan Pada Sel Darah Merah
  44. Anemia karena penyakit kronis
  45. Anemia Karena Perdarahan Hebat
  46. Anemia Pada Bayi
  47. Aneurisma (Aneurysms)
  48. Aneurisma Aorta Dada
  49. Aneurisma Aorta Perut
  50. Angigrafi Kelenjar Limfa (Lymphangiography)
  51. Angina
  52. Angioedema Herediter
  53. Angiografi Ginjal
  54. Angiografi Mata
  55. Angiografi Pada Paru
  56. Angiografi Pembuluh Darah Otak (Angiography Cerebral)
  57. Angiografi Pembuluh Darah Perut (Arteriografi Mesentrik dan Celiac)
  58. Angioma (tumor jinak pembuluh darah atau pembuluh getah bening)
  59. Anoreksia Nervosa
  60. Antraks
  61. Apendisitis (radang usus buntu)
  62. Apneu Pada Bayi Prematur
  63. Aritmia (Irama Jantung Abnormal)
  64. Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)
  65. Artritis Infeksiosa
  66. Artritis Rematoid
  67. Artritis Rematoid Juvenil
  68. Asbestosis
  69. Asidosis Metabolik
  70. Asidosis Respiratorik
  71. Asidosis Tubulus Renalis
  72. Asites
  73. Askariasis (infeksi cacing gelang usus)
  74. Asma
  75. Asma Karena Pekerjaan
  76. Asma Pada Anak
  77. Aspergilosis
  78. Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA)
  79. Ataksia (ataxia)
  80. Ataxia-Telangiectasia
  81. Atelektasis (Atelectasis)
  82. Aterosklerosis (Atherosclerosis)
  83. Atresia Anus
  84. Atresia Bilier
  85. Atresia Esofagus
  86. Atrial Premature Beats
  87. Atrofi Muskuler Spinalis
  88. Attention DeficitatauHyperactivity Disorder (ADD, ADHD)
  89. Autisme
  90. Avascular Necrosis pada Tulang
  91. Babesiosis
  92. Bacteriuria tanpa Gejala
  93. Bakteremia dan Sepsis
  94. Bakteremia Tersembunyi
  95. Barium Enema (pemeriksaan saluran pencernaan bawah)
  96. Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma)
  97. Barotrauma
  98. Batu Empedu
  99. Batu Saluran Kemih
  100. Batuk
  101. Batuk-Sesak Nafas (Croup) pada Anak
  102. Bau Mulut (Halitosis)
  103. Bau keringat tak sedap
  104. Bau Mulut (Halitosis)
  105. Bayi Baru Lahir dan Bayi Normal
  106. Bell’s Palsy
  107. Benda Asing Di Rektum dan Anus
  108. Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)atauBPPV
  109. Berilliosis (Beryllium Disease)
  110. Berkurangnya Pendengaran Akibat Kegaduhan
  111. Berkurangnya Pendengaran Akibat Pertambahan Usia
  112. Berkurangnya Pendengaran dan Tuli
  113. Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)
  114. Biang Keringat
  115. Binge
  116. Biologi Darah
  117. Biologi Ginjal dan Saluran Kemih
  118. Biologi Hati dan Kandung Empedu
  119. Biologi jantung dan pembuluh darah
  120. Biologi Kuku
  121. Biologi sistem kekebalan
  122. Biologi Sistem Pencernaan
  123. Bissinosis (Byssinosis)
  124. Blastomikosis (Penyakit Gilchrist)
  125. Blefaritis
  126. Blokade Berkas Cabang (Bundle Branch Block)
  127. Body Mass Index (BMI)
  128. Botulisme
  129. Bronkientasis (Bronchiectasis)
  130. Bronkiolitis
  131. Bronkitis
  132. Bronkografi
  133. Brusellosis (Demam Undulan, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar)
  134. Buang air besar tiba-tiba (Encopresis) pada anak
  135. Bulimia Nervosa
  136. Bulosa Pemfigoid
  137. Bulu atau Rambut Tubuh Berlebihan (Excessive Hairiness)
  138. Bursitis
  139. Bursitis Tendo Achilles Anterior
  140. Bursitis Tendo Achilles Posterior
  141. Cacar Air
  142. Campak
  143. Campak Jerman (Rubella Kongenitalis)
  144. Canaliculitis
  145. Cangkroid
  146. Cavernous Sinus Thrombosis
  147. Cedera Akibat Listrik
  148. Cedera Bola Mata
  149. Cedera Karena Radiasi
  150. Cedera Kepala
  151. Cedera Lahir
  152. Cedera Mata
  153. Cedera Medula Spinalis Akibat Kecelakaan
  154. Cedera Olah Raga
  155. Cedera Urat Lutut atau Hamstring
  156. Celah Bibir (Bibir Sumbing) dan Celah Langit-langit
  157. Cerebral Palsy
  158. Chondrodysplasias
  159. Chorea, Athetosis, dan Hemiballismus
  160. Cincin Kerongkongan Bagian Bawah (Cincin Schatzki)
  161. Collagenous Colitis dan Lymphocytic Colitis
  162. Common Cold
  163. Conjugate Gaze Palsy
  164. Contact Ulcers
  165. Corn dan Callus
  1. Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus)
  2. Cushing’s Syndrome
  3. Cutis Laxa
  4. Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)
  5. Dakriostenosis
  6. De Quervain’s Syndrome
  7. Debar Atrium
  8. Defek Septum Atrium (ASD, Atrial Septal Defect)
  9. Defek Septum Ventrikel (VSD, Ventricular Septal Defect)
  10. Defisiensi Antibodi Selektif
  11. Degenerasi Kombinasi Subakut
  12. Dehidrasi
  13. Delirium
  14. Demam Berbintik Rocky Mountain
  15. Demam Berdarah Dengue
  16. Demam Chikungunya
  17. Demam Gigitan Tikus
  18. Demam Hemoragik
  19. Demam Kambuhan (Relapsing Fever)
  20. Demam Pada Anak
  21. Demam Rematik
  22. Demam Tifoid
  23. Demam Yang Tidak Diketahui Penyebabnya
  24. Demensia
  25. Depresi
  26. Depresi Pada Anak
  27. Depresi Setelah Melahirkan
  28. Dermatitis Atopik (Eksim)
  29. Dermatitis Eksfoliatif Generalisata
  30. Dermatitis Herpetiformis
  31. Dermatitis Kontak
  32. Dermatitis Kronis Pada Tangan dan Kaki
  33. Dermatitis Numuler
  34. Dermatitis Perioral
  35. Dermatitis Seboreik
  36. Dermatitis Stasis
  37. Dermatofibroma (tumor kulit jinak)
  38. Deviasi septum
  39. Diabetes Insipidus
  40. Diabetes Insipidus Nefrogenik
  41. Diabetes Mellitus
  42. Diagnosis Kanker
  43. Dialisa
  44. Diare
  45. Diare infeksius akut pada anak
  46. Diffuse Axonal Injury
  47. Difteri
  48. Di5eks1 Aorta
  49. Disfagi Lusoria
  50. Disfagia (kesulitan menelan) Karena Kelainan Tenggorokan
  51. Disfungsi 5ek5ua1 Pria
  52. Disfungsi Trombosit
  53. Diskezia
  54. Disleksia (gangguan membaca)
  55. Dismenore
  56. Dispareunia (Dyspareunia)
  57. Dispepsia
  58. Displasia Bronkopulmoner
  59. disseminated intravascular coagulation
  60. Dissociative Fugue
  61. Distonia
  62. Distrofi Otot Duchenne dan Becker
  63. Divertikulitis
  64. Divertikulosis
  65. Divertikulum Meckel
  66. Dracunculiasis
  67. Drug Rashes
  68. Efek Penuaan Pada Jantung Dan Pembuluh Darah
  69. Efek Penuaan pada Sistem Kekebalan Tubuh
  70. Efek Penuaan pada Wanita
  71. Efusi Pleura
  72. Ehrlichioses
  73. Ejakula5i D1ni
  74. Ejakula5i D1ni (Sebelum Waktunya)
  75. Ejakula5i Tertunda
  76. Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)
  77. Elektrokardiografi (EKG)
  78. Elektrokardiografi Dengan Latihan (Tes Stress)
  79. Emboli Paru
  80. Empiema Subdural
  81. Endoftalmitis
  82. Endokarditis Infektif
  83. Endokarditis Non-infektif
  84. Endometriosis
  85. Ensefalitis Arbovirus
  86. Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
  87. Enterokolitis Nekrotisasi
  88. Entropion dan Ektropion
  89. Eosinofilia
  90. Eosinophilic Fasciitis
  91. Epididimitis
  92. Epiglotitis
  93. Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow)
  94. Epikondilitis medialis (Forehand tennis elbow)
  95. Epilepsi
  96. Episkleritis
  97. Erectile Dysfunction (ED) atau Disfungsi Er3k5i
  98. Erisipelas
  99. Erisipeloid
  100. Eritema Infeksiosa
  101. Eritema Multiformis
  102. Eritema Nodosum
  103. Eritrasma
  104. Erythromelalgia
  105. Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan
  106. Faktor Resiko Yang Berkembang Selama Kehamilan
  107. Faringitis (Radang Tenggorokan)
  108. Fasciitis Necrotizing
  109. Feokromositoma
  110. Fibrilasi Atrium
  111. Fibrilasi Ventrikular
  112. Fibroadenoma
  113. Fibroid
  114. Fibrosis Kistik
  115. Fibrosis Pulmoner Idiopatik
  116. Fissura Anus
  117. Fistula Anorektal (Fistula in ano)
  118. Fistula Arteriovenosa
  119. Flatulensi (perut kembung)
  120. Flebitis Superfisialis
  121. Flu Babi (Swine Flu, HN)
  122. Flu Burung
  123. Flu Singapore atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD)
  124. Fluoroskopi Dada
  125. Follikulitis, Bisul dan Karbunkel
  126. Gagal Ginjal Akut
  127. Gagal Ginjal Kronis
  128. Gagal Jantung
  129. Gagal Tumbuh
  130. Gairah 5eksu..l (Libid0) Yang Rendah
  131. Galaktore
  132. Gambaran Klinis Penyakit Hati
  133. Gamma Hydroxybutyrate (GHB)
  134. Gangguan Aliran Darah Ke Medula Spinalis
  135. Gangguan Asperger dan Perkembangan Pervasiv yang tidak Spesifik
  136. Gangguan Autoimun
  137. Gangguan Belajar
  138. Gangguan Depersonalisasi
  139. Gangguan Disintegratif Anak
  140. Gangguan Dysmorphic Tubuh
  141. Gangguan Identitas Disosiasi
  142. Gangguan Identitas Jenis Ke1amin
  143. Gangguan Kecemasan Berpisah (Separation Anxiety Disorder)
  144. Gangguan Kelenjar Ludah
  145. Gangguan Kepribadian
  146. Gangguan Kepribadian Antisosial
  147. Gangguan Kepribadian Borderline
  148. Gangguan Kepribadian Histrionic
  149. Gangguan Kepribadian Narsisistik
  150. Gangguan Kepribadian Paranoid
  151. Gangguan Kepribadian Schizoid
  152. Gangguan Kepribadian Schizotypal
  153. Gangguan Khayalan (Delusional Disorder)
  154. Gangguan Lidah
  155. Gangguan Metabolisme Turunan
  156. Gangguan 0rga5me
  157. Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders)
  158. Gangguan Perangsangan Otot
  159. Gangguan Prilaku Anak
  160. Gangguan Saraf Optik
  161. Gangguan Simpul Neuromuskular
  162. Gangguan Somatization
  163. Gangguan Somatoform
  164. Gangguan Stress Pasca-Trauma (PTSD)
  165. Gangguan Tiroid
  166. Gangguang Rett
  167. Ganglia
  168. Gas Gangren
  169. Gastrinoma
  170. Gastroenteritis
  171. Gastroenteritis atau Radang Lambung Pada Anak
  172. Gastroenteritis Infeksiosa
  173. Gastroenteritis Sebagai Efek Samping Dari Obat
  174. Gastroesophageal Reflux (GERD)
  175. Gastroesophageal Reflux Pada Anak
  176. Gatal Anus (Pruritus ani)
  177. Gatal-gatal pada kulit
  178. Gegar Otak
  179. Gejala-gejala Kanker
  180. Gerenyet (Tics)
  181. Giardiasis
  182. Gigi Terjepit
  183. Gigi yang Pernah Retak, Copot atau Goyah
  184. Gingivitis (radang gusi)
  185. Ginjal Bunga Karang Meduler
  186. Glaukoma
  187. Glikosuria Renalis
  188. Glomerulopati
  189. Glukagonoma
  190. Gondongan
  191. Gonore
  192. Gout
  193. Granuloma Annuler
  194. Granuloma Hepatik (Hepatic Granulomas)
  195. Granuloma Inguinale
  196. Granuloma Piogenik
  197. Granulomatosis Pulmoner Wegener
  198. Granulomatosis Wegener
  199. Gumpalan Darah
  200. Hallux Valgus dan Bunion
  201. Hammer Toe : Jari Kaki Palu
  202. Hemangioma (Tumor pembuluh darah)
  203. Hematoma Spinalis
  204. Hemofilia
  205. Hemoroid (WasiratauAmbeien)
  206. Hemorrhagic Stroke
  207. Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik
  208. Hepatitis
  209. Hepatitis A
  210. Hepatitis B
  211. Hepatitis C
  212. Hepatitis D
  213. Hepatitis E
  214. Hepatitis G
  215. Hepatitis Kronis atau Autoimun
  216. Hepatitis pada bayi baru lahir
  217. Hepatitis Virus Akut
  218. Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)
  219. Hereditary Spastic Paraparesis (HSP)
  220. Hernia
  221. Hernia Diafragmatika
  222. Hernia Hiatal
  223. Hernia Inguinalis
  224. HerniaatauBurut Dinding Perut
  225. Herniated nucleus pulposus (slipped disk)
  226. Herpes
  227. Herpes Genitalis
  228. Herpes Simpleks
  229. Herpes Zoster
  230. Hidronefrosis
  231. Hiperbilirubinemia
  232. Hiperfosfatemia
  233. Hiperglikemia pada bayi
  234. Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi)
  235. Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)
  236. Hiperlipidemia
  237. Hiperlipidemia Herediter
  238. Hipermagnesemia
  239. Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi)
  240. Hipernatremia pada bayi
  241. Hipersomnia
  242. Hipertensi Portal
  243. Hipertensi Pulmoner
  244. Hipertiroidisme
  245. Hipertrofi Kardiomiopati
  246. Hipofosfatemia
  247. Hipoglikemia
  248. Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
  249. Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah)
  250. Hipokalsemia (kadar kalsium darah yang rendah)
  251. Hipokalsemia pada bayi
  252. Hipolipoproteinemia
  253. Hipomagnesemia
  254. Hiponatremia (kadar natrium darah yang rendah)
  255. Hipopituitarisme
  256. Hipotensi Ortostatik (Orthostatic Hypotension)
  257. Hipotermia
  258. Hipotiroidisme
  259. Hirsutisme (rambut berlebihan)
  260. Histiositosis X (Langerhans’ cell granulomatosis)
  261. Histoplasmosis
  262. Hive dan Angioedema
  263. Hordeolum (Stye)
  264. Hormon dan Repr0duksi
  265. Hormon dan Sistem Endokrin
  266. Hydrocele
  267. Hydrocephalus
  268. Hyperaldosteronism
  269. Hyperimmunoglobulinemia E Syndrome
  270. Hypertrophic Pyloric Stenosis
  271. Hypochondriasis
  272. Hypogammaglobulinemia Sementara Pada Bayi
  273. Hypophosphatemic Rickets
  274. Ikhtisar Gizi
  275. Ileus
  276. Impetigo
  277. Imp0tensi
  278. Imunisasi
  279. Imunodefisiensi dan Gangguan Limpa
  280. Imunoterapi
  281. Inersia Kolon
  282. Infark ginjal
  283. Infeksi
  284. Infeksi Amuba yang Hidup Bebas
  285. Infeksi Bakteri Pada Mata
  286. Infeksi Cacing Kremi
  287. Infeksi Cacing Pita Babi
  288. Infeksi Cacing Pita Ikan
  289. Infeksi Cacing Pita Sapi
  290. Infeksi Cacing Tambang
  291. Infeksi Campylobacter
  292. Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
  293. Infeksi dan Abses Payudara
  294. Infeksi Enterobakteria
  295. Infeksi Hantavirus
  296. Infeksi Hemophilus
  297. Infeksi Herpes Pada Mulut (Gingivostomatitis Herpetik Primer, Herpes Labialis)
  298. Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea
  299. Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea
  300. Infeksi H1V
  301. Infeksi Kulit Necrotizing
  302. Infeksi Neisseria
  303. Infeksi Pada Kuku
  304. Infeksi Pada Melahirkan
  305. Infeksi pada Tangan
  306. Infeksi Parasit Pada Otak dan Medula Spinalis
  307. Infeksi Pneumokokus
  308. Infeksi Pseudomonas
  309. Infeksi Riketsia Lainnya
  310. Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)
  311. Infeksi Rotavirus
  312. Infeksi Salmonella Non-Tifoid
  313. Infeksi Saluran Kemih Anak
  314. Infeksi Sistem Saraf Pusat
  315. Infeksi Sitomegalovirus
  316. Infeksi Sitomegalovirus pada bayi baru lahir
  317. Infeksi Stafilokokus
  318. Infeksi Streptokokus
  319. Infeksi Usus Cryptosporidiosis
  320. Infeksi Usus karena Penyakit Menular 5eksua1
  321. Infeksi Virus
  322. Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan
  323. Infestasi Kutu (Pedikulosis)
  324. Influenza
  325. Inkontinensia Tinja (buang air besar tidak terkendali)
  326. Inkontinensia Uri
  327. Insomnia (kesulitan tidur)
  328. Insulinoma
  329. Internuclear Ophthalmoplegia
  330. Inter5ex 5tates
  331. Intoleransi Terhadap Gula
  332. Intracerebral Hemorrhage
  333. Intussusception
  334. Iritis Trauma dan Iritis Kimia
  335. Irritable Bowel Syndrome
  336. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  337. Ischemic Cholangiopathy
  338. Ischemic Colitis
  339. Jenis Kanker
  340. Jenis-Jenis Psoriasis
  341. Jerawat
  342. Kadas atau Kurap
  343. Kalazion
  344. Kaligata (urtikaria)
  345. Kandidiasis
  346. Kandidiasis (Moniliasis)
  347. Kandidiasis Genitalis (thrush)
  348. Kandung Kemih Neurogenik
  349. Kanker Anus
  350. Kanker dan Pertumbuhan Lainnya Di Mulut
  351. Kanker dan Sistem Kekebalan
  352. Kanker Ginjal
  353. Kanker Hati Metastatik
  354. Kanker Hati Primer Lain
  355. Kanker Indung Telur
  356. Kanker Kandung Kemih
  357. Kanker Kerongkongan
  358. Kanker Kerongkongan (Esophageal Cancer)
  359. Kanker Kolorektal
  360. Kanker Kolorektal (rektum)
  361. Kanker Lambung
  362. Kanker Laring
  363. Kanker leher dan kepala
  364. Kanker Leher Metastatik
  365. Kanker Leher Rahim (Kanker Servik5)
  366. Kanker Leher Rahim (servik5)
  367. Kanker Nasofaring
  368. Kanker Pankreas
  369. Kanker Paranasal Sinus
  370. Kanker Paru
  371. Kanker Payudara
  372. Kanker Pelvis Renalis dan Ureter
  373. Kanker Pen!5
  374. Kanker Perut
  375. Kanker Prostat
  376. Kanker Rahim
  377. Kanker Saluran Telur
  378. Kanker Testis
  379. Kanker Testis (Buah 2akar)
  380. Kanker Tiroid
  381. Kanker Tonsil (Amandel)
  382. Kanker Tulang Primer
  383. Kanker Tumor
  384. Kanker Uretra
  385. Kanker usus halus
  386. Kanker Va9ina
  387. Kanker Vulva
  388. Kanker yang Mempengaruhi Retina
  389. Kantong Kerongkongan (Divertikula)
  390. Kapalan dan Kutil
  391. Kardiomiopati
  392. Kardiomiopati kongestif yang melebar
  393. Kardiomiopati Restriktif
  394. Karies Gigi (Kavitasi)
  395. Karsinoid
  396. Karsinoma Sel Basal
  397. Karsinoma Sel Skuamosa
  398. Katarak
  399. Kebiasaan Menghentikan Nafas
  400. Kebotakan (alopesia)
  401. Kecanduan Obat Anti-cemas dan 0bat Tidur
  402. Kecegukan (Hiccups)
  403. Kecemasan Berpisah (Separation Anxiety)
  404. Kecemasan yang Disebabkan Gangguan Fisik atau 0bat
  405. Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age)
  406. Keengganan Untuk Melakukan Hubungan 5ek5
  407. Kegagalan Hati
  408. Kegagalan Pernafasan
  409. Keguguran Kehamilan
  410. Kehamilan Resiko Tinggi
  411. Keinginan Bunuh Diri
  412. Kejang
  413. Kejang Demam (Febrile Convulsion)
  414. Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)
  415. Kejang Kerongkongan Yang Tersebar
  416. Kekebalan Tubuh Khusus
  417. Kekebalan Tubuh Tidak Khusus
  418. Kekurangan Alfa-Antitripsin
  419. Kekurangan Asam Folat dan Vitamin B
  420. Kekurangan Biotin
  421. Kekurangan dan Kelebihan Fluor
  422. Kekurangan dan Kelebihan Mangan
  423. Kekurangan dan Kelebihan Molibdenum
  424. Kekurangan dan Kelebihan Niasin (asam nikotinat)
  425. Kekurangan dan Kelebihan Selenium
  426. Kekurangan dan Kelebihan Tembaga
  427. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin A (Retinol)
  428. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin B (Piridoksin)
  429. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin B (tiamin)
  430. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C (asam askorbat)
  431. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin D
  432. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin E
  433. Kekurangan dan Kelebihan Yodium
  434. Kekurangan dan Kelebihan Zat Besi
  435. Kekurangan Gizi (Malnutrisi)
  436. Kekurangan Vitamin B (Riboflavin)
  437. Kekurangan Vitamin K
  438. Kelainan Akar Saraf Medula Spinalis
  439. Kelainan bawaan (Kelainan Kongenital)
  440. Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku
  441. Kelainan Bentuk Tangan
  442. Kelainan DiGeorge
  443. Kelainan Dinding Abdominal(Omphalocele dan Gastroschisis)
  444. Kelainan Ga!rah 5eksual Pada Wanita
  445. Kelainan Ginjal dan Saluran Kemih Bawaan
  446. Kelainan Jantung Bawaan
  447. Kelainan Jiwa Pada Masa Kanak-kanak
  448. Kelainan Katup Jantung
  449. Kelainan Kelamin
  450. Kelainan Kelenjar Adrenal
  451. Kelainan Kelenjar Hipofisa
  452. Kelainan Kelenjar Tiroid
  453. Kelainan Koordinasi
  454. Kelainan Mata Bawaan
  455. Kelainan Metabolisme
  456. Kelainan Monosit
  457. Kelainan Otak Bawaan
  458. Kelainan Pada Arteri Hepatika
  459. Kelainan Pada Bibir, Mulut dan Lidah
  460. Kelainan Pada Telinga Luar
  461. Kelainan Panas
  462. Kelainan Pembuluh Darah Hati Akibat Penyakit Lain
  463. Kelainan Pembuluh Darah Retina
  464. Kelainan Penciuman dan Pengecapan
  465. Kelainan Pen!5
  466. Kelainan Perangsangan Otot
  467. Kelainan Perdarahan
  468. Kelainan Pleksus
  469. Kelainan Refraktif
  470. Kelainan Saraf Optikus
  471. Kelainan Sel Plasma (Diskrasia Sel Plasma, Gammopati Monoklonal)
  472. Kelainan Sendi Temporomandibuler
  473. Kelainan Telinga, Hidung, Tenggorokan
  474. Kelainan Testis
  475. Kelainan Tulang dan Otot Bawaan
  476. Kelebihan dan Kekurangan Seng
  477. Kelemahan Otot
  478. Kelenjar adrenal yang kurang aktif
  479. Kelenjar Adrenal Yang Terlalu Aktif
  480. Kelenjar Hipofisa
  481. Kelenjar Tiroid
  482. Keloid (keloidosis)
  483. Keluarga Berencana (KB)
  484. Kelumpuhan Berkala
  485. Kelumpuhan Pita Suara
  486. Kelumpuhan Supranuklear Progresif
  487. Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf abducens)
  488. Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf oculomotor)
  489. Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf Trochlear)
  490. Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerakan Mata
  491. Kemandulan
  492. Kemasukan Benda di Hidung dan Telinga
  493. Kematangan 5eksua1 Yang Tertunda
  494. Kemoterapi
  495. Kemunduran atau Degenerasi Makula
  496. Keracunan
  497. Keracunan Bahan Kim1a Dalam Makanan
  498. Keracunan Makanan Karena Clostridium perfringen
  499. Keracunan Makanan Yang Mengandung Stafilokokus
  500. Keratitis Pungtata Superfisialis
  501. Keratitis Ulserativa Perifer
  502. Keratokonjungtivitis Sikka
  503. Keratokonjungtivitis Sikka
  504. Keratokonjungtivitis Vernalis
  505. Keratokonus
  506. Keratomalasia
  507. Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)
  508. Keratosis Pilaris
  509. Keratosis Seboroik (tumor jinak kulit luar)
  510. Keringat Berlebihan (Hiperhidrosis)
  511. Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari
  512. Kerusakan Sistem Saraf Karena Penyinaran
  513. Kerusakan Telinga Akibat 0bat-0batan
  514. Keseimbangan Asam Basa
  515. Keseimbangan Cairan
  516. Keseimbangan Garam
  517. Kesulitan Tidur
  518. Ketagihan Narkotika
  519. Ketamine
  520. Keterbelakangan Mental
  521. Ketergantungan : Penyalahgunaan Amfetamin
  522. Ketergantungan : Penyalahgunaan Kokain
  523. Ketergantungan Nikotin
  524. Ketergantungan Obat dan Ketagihan
  525. Ketulian Mendadak
  526. Kista Baker
  527. Kista Epidermis (Epidermal Cysts)
  528. Kista Indung Telur
  529. Kista Medula Spinalis dan Otak
  530. Kista Payudara
  531. Kista Sebasea (Kista Keratinosa)
  532. Koartasio Aorta
  533. Koksidioidomikosis (Demam San Joaquin, Demam Lembah)
  534. Kolangitis Sklerotik Primer
  535. Kolaps Paru-Paru (Pneumothorax)
  536. Kolera
  537. Kolesistitis Akut
  538. Kolesistitis Kronis
  539. Kolestasis
  540. Kolik
  541. Kolitis Hemoragika
  542. Kolitis Karena Antibiotik
  543. Kolitis Ulserativa
  544. Komplikasi Kanker
  545. Komplikasi Kehamilan
  546. Komplikasi Persalinan
  547. Kompresi Medula Spinalis
  548. Konjungtivitis
  549. Konjungtivitis Alergika
  550. Konjungtivitis Neonatorum (Oftalmia Neonatorum)
  551. Kontraksi dan Persalinan
  552. Kontrasepsi
  553. Kontrasepsi dan Kehamilan Remaja
  554. Korea dan Atetosis
  555. Koriomeningitis Limfositik
  556. Kram
  557. Kram Otot
  558. Krup
  559. Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam
  560. Kulit Kering
  561. Kurang Berkeringat
  562. Kurang Pendengaran Pada Anak
  563. Kuru
  564. Kutil (Veruka)
  565. Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)
  566. Kyphosis (Penyakit Scheurmann)
  567. Laringitis (Radang Pita Suara)
  568. Laringokel
  569. Laryngeal Papillomas
  570. Leishmaniasis
  571. Lepra
  572. Leptospirosis
  573. Leukemia
  574. Leukemia (Kanker Sel Darah)
  575. Leukemia Limfositik Akut
  576. Leukemia Limfositik Akut
  577. Leukemia Limfositik Kronik
  578. Leukemia Limfositik Kronis
  579. Leukemia Mieloid Akut
  580. Leukemia mielositik kronik
  581. Leukemia mielositik kronis
  582. Leukoensefalopati Multifokal Progresif
  583. Liken Planus
  584. Limfadenitis
  585. Limfangiektasi Intestinal (Hipoproteinemi Idiopatik)
  586. Limfangitis Akut
  587. Limfedema (Lymphedema)
  588. Limfogranuloma Venereum
  589. Limfoma Burkitt
  590. Limfoma Non-Hodgkin
  591. Limfositopenia
  592. Limpa Yang Pecah
  593. Lipedema
  594. Lipidosis
  595. Lipoma (tumor kulit jinak endapan lemak)
  596. Listeriosis
  597. Luka Bagian Luar Telinga
  598. Luka Bakar
  599. Luka Bakar Matahari (Sunburn)
  600. Luka Ginjal
  601. Luka Kandung Kemih
  602. Luka Memar dan Goresan pada Otak
  603. Luka Pada Kerongkongan Akibat Bahan-bahan Korosif
  604. Luka Pada Peni5
  605. Luka Saluran Kemih
  606. Luka Urethral
  607. Lupus Eritematosus Diskoid
  608. Lupus Eritematosus Sistemik
  609. Lymphadenitis
  610. Lymphangitis
  611. MaagatauGastritis (radang lapisan lambung)
  612. Makanan Dan Kanker
  613. Makroglobulinemia (Makroglobulinemia Waldenstrom)
  614. Malaria
  615. Malnutrisi
  616. Malocclusion
  617. Mamografi
  618. Mania
  619. Masalah Dengan Lendir Pada Servik
  620. Masalah Gigi Yang Darurat
  621. Masalah Janin dan Bayi Baru Lahir
  622. Masalah Makan Anak
  623. Masalah Ovulasi
  624. Masalah Pemberian Makan dan Saluran Pencernaan
  625. Masalah Perkembangan Anak-anak
  626. Masalah Perut
  627. Masalah 5perma
  628. Masalah Tingkah Laku
  629. Masalah Tuba Falopi
  630. Masalah Waktu Persalinan
  631. Masalah Yang Mempengaruhi Wanita
  632. Massa pada Leher
  633. Massa Skrotum
  634. Mastalgia (Nyeri Payudara)
  635. Mastoiditis Akut
  636. Mastositosis
  637. Mata dan Penglihatan
  638. Melahirkan
  639. Melanoma
  640. Melanoma Koroid
  641. Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)
  642. Menentukan Kehamilan dan Waktu Melahirkan
  643. Mengompol
  644. Mengurus Diri Sendiri Sewaktu Hamil
  645. Meningitis (Radang selaput otak) bayi
  646. Meningitis Bakterialis
  647. Meningitis Kronis
  648. Menopause
  649. Menopause Dini
  650. Metabolisme Asam Amino
  651. Metabolisme Karbohidrat
  652. Metabolisme Lemak
  653. Miastenia Gravis
  654. Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis)
  655. Microsporidiosis
  656. Mielitis Transversus Akut
  657. Mieloma Multipel
  658. Mieloma Multipel (multiple myeloma)
  659. Mikosis Fungoides
  660. Mineral dan Elektrolit
  661. Mioklonus multifokal
  662. Miopati Bawaan (Congenital Myopathies)
  663. Miopati Miotonik
  664. Miringitis Infeksiosa (Radang Gendang Telinga)
  665. Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)
  666. Molluskum Kontagiosum
  667. Mononeuropati (kerusakan saraf perifer)
  668. Mononukleosis Infeksiosa
  669. Mual dan Muntah
  670. Mucocutaneous Kandidiasis Kronis
  671. Mukopolisakaridosis
  672. Mukormikosis (Fikomikosis)
  673. Multiple Mononeuropathy
  674. Multiple System Atrophy
  675. Myelography
  676. Narkolepsi
  677. Nefritis
  678. Nefritis Tubulointerstisialis Akut
  679. Nefritis Tubulointerstisialis Kronis
  680. Nefrosklerosis Maligna
  681. Nekrolisis Epidermal Toksika
  682. Nekrosis Kortikalis
  683. Nephrotomography
  684. Neuralgia Glossofaringeal
  685. Neuralgia Tibialis Posterior
  686. Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)
  687. Neuroblastoma
  688. Neuroblastoma
  689. Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis)
  690. Neurofibromatosis
  691. Neuronitis Vestibularis
  692. Neuropati Herediter
  693. Neutropenia
  694. Nipple Discharge
  695. Nodul Pita Suara (Nodul Penyanyi)
  696. Nokardiosis
  697. Nyeri
  698. Nyeri Pada Jantung Kaki
  699. Nyeri Panggul
  700. Nyeri Perut
  701. Nyeri Perut Berulang
  702. Nyeri Punggung Bawah
  703. Obat-obatan alternatif
  704. 0bat-0batan Yg Dilarang Digunakan Selama Kehamilan
  705. Obesitas
  706. Obesitas Pada Remaja
  707. Obstructive Sleep Apnea
  708. Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)
  709. Omfalokel
  710. Onchocerciasis
  711. Onikomikosis
  712. Operasi Kanker
  713. Oppositional defiant disorder
  714. Optic Neuritis
  715. 0rgasme Yang Terhambat
  716. Orkitis
  717. Osteoartritis
  718. Osteogenesis Imperfecta
  719. Osteokondrodisplasia
  720. Osteokondrosis
  721. Osteomielitis
  722. Osteopetrosis
  723. Osteoporosis
  724. Otitis eksternal
  725. Otitis Media Akut
  726. Otitis Media Kronis
  727. Otitis Media Sekretorisatau efusi
  728. Otosklerosis
  729. Overhidrasi (kelebihan cairan dalam tubuh)
  730. Panensefalitis Rubella Progresif
  731. Panensefalitis Sklerotik Subakut
  732. Pankreatitis Kronis
  733. Parafilia
  734. Paralisa Bell
  735. Paraparesis Spastik Tropikal
  736. Parasomnia
  737. Parkinsonism
  738. Paronikia
  739. Paronychia Kronis
  740. Paroxysmal Supraventricular Tachycardia (SVT, PSVT)
  741. Paru-paru Flock Worker
  742. Paru-paru Hitam (penyakit pekerja tambang)
  743. Pasca Persalinan
  744. Patah Tulang (fraktur)
  745. Patah Tulang Hidung
  746. Patah Tulang Kaki
  747. Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (stress fracture)
  748. Patah Tulang Orbita
  749. Patent Ductus Arteriosus
  750. Pelarut Inhalan
  751. Pelepasan Retina
  752. Pembengkakan Kelopak Mata
  753. Pembengkakan Pada Peni5
  754. Pembengkakan Pada Testis
  755. Pembengkakan Rongga Mata
  756. Pembesaran Hati (Hepatomegali)
  757. Pembesaran Limpa
  758. Pembesaran Prostat Jinak (BPH, Benign Prostatic Hyperplasia)
  759. Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok
  760. Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati dan Kandung Empedu
  761. Pemeriksaan Diagnostik Untuk Saluran Pencernaan
  762. Pemeriksaan Ginjal (Pyelography Antegrade)
  763. Pemeriksaan Kandung Kemih (Cystography Retrograde)
  764. Pemeriksaan Saluran Empedu
  765. Pemeriksaan Saluran Kemih (Pyelography Intravena)
  766. Pemeriksaan Saluran Pankreas, Hati dan Saluran Empedu (Cholangiopancreatography Retrograde Endoskopic)
  767. Pemeriksaan Serial Saluran Pencernaan Atas dan Usus Halus
  768. Pemeriksaan Ureter (Ureteropyelography Retrograde)
  769. Pemeriksaan Uretra (Urethrography Retrograde)
  770. Pemfigus
  771. Pencangkokan
  772. Pencegahan Kanker
  773. Pencitraan Resonansi Magnetik Otak dan Tulang Belakang
  774. Pencitraan Resonansi Magnetik Pada Jantung
  775. Pencitraan Resonansi Magnetik Pada Rangka
  776. Penelanan Barium (Esophagram)
  777. Penganiayaan dan Penelantaran Anak
  778. Pengenalan Amnesia
  779. Pengobatan Kanker
  780. Penurunan Libid0 pada Wanita
  781. Penyakit Addison
  782. Penyakit Aorta Abdominalis dan Percabangan
  783. Penyakit Arteri Tungkai dan Lengan
  784. Penyakit Buerger
  785. Penyakit Cakar Kucing (Bartonellosis)
  786. Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Sapi Gila)
  787. Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis)
  788. Penyakit Demyelination Primer Lain
  789. Penyakit Fabry
  790. Penyakit Gaucher
  791. Penyakit Gerstmann-Straussler-Scheinker
  792. Penyakit Ginjal Ateroembolik
  793. Penyakit Ginjal Polikista
  794. Penyakit Granulomatous Kronis
  795. Penyakit Hartnup
  796. Penyakit HatiatauHepatitis Alkoholik
  797. Penyakit Hemoglobin C, S-C dan E
  798. Penyakit Hirschprung
  799. Penyakit Hodgkin
  800. Penyakit Hodgkin (Limfoma Hodgkin)
  801. Penyakit Huntington (korea Huntington)
  802. Penyakit immunodefisiensi
  803. Penyakit Imunodefisiensi Kombinasi Parah
  804. Penyakit Jantung Koroner
  805. Penyakit Jaringan Ikat Campuran
  806. Penyakit Jaringan Penghubung Tercampur
  807. Penyakit Kecemasan Menyeluruh
  808. Penyakit Ketakutan (Fobia)
  809. Penyakit Kienböck’s
  810. Penyakit Kista Meduler
  811. Penyakit Legg-Calv?-Perthes
  812. Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)
  813. Penyakit Lyme
  814. Penyakit Manik Depresif
  815. Penyakit Manik-Depresif (Kelainan Bipolar)
  816. Penyakit Meniere
  817. Penyakit Niemann-Pick
  818. Penyakit Obsesif-Kompulsif
  819. Penyakit Osgood-Schlatter
  820. Penyakit Pada Bibir
  821. Penyakit Paget
  822. Penyakit Paget Pada Puting Susu
  823. Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)
  824. Penyakit Parkinson
  825. Penyakit Paru Akibat Pekerjaan
  826. Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)
  827. Penyakit Payudara Fibrokista
  828. Penyakit Penimbunan Glikogen
  829. Penyakit Peyronie
  830. Penyakit Pilonidal
  831. Penyakit Radang Panggul
  832. Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud
  833. Penyakit Refsum
  834. Penyakit Scheuermann
  835. Penyakit Sel Sabit (sickle cell disease)
  836. Penyakit Seliak
  837. Penyakit Sever
  838. Penyakit Tay-Sach
  839. Penyakit Tulang K?hler
  840. Penyakit Turunan Metabolisme Piruvat
  841. Penyakit Veno-oklusif
  842. Penyakit Whipple (Lipodistrofi Intestinal)
  843. Penyakit Wolman
  844. Penyakit-penyakit Yg Bisa Mempersulit Kehamilan
  845. Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)
  846. Penyalahgunaan Halusinogen
  847. Penyalahgunaan Inhalan (obat yang dihirup)
  848. Penyalahgunaan Marijuana
  849. Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Zat Terlarang
  850. Penyalahgunaan Obat Selama Kehamilan
  851. Penyebab dan Resiko Terjadinya Kanker
  852. Penyebab Lain Dari Penyumbatan Kerongkongan
  853. Penyempitan Saluran Urethra
  854. Penyumbatan Jantung
  855. Penyumbatan Mekanis Pada Usus
  856. Perawakan Pendek
  857. Perawatan Di Rumah Setelah Melahirkan
  858. Perdarahan Hidung (Epistaksis, Mimisan)
  859. Perdarahan Intrakranial
  860. Perdarahan Pada Kelainan Arteriovenosa
  861. Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik
  862. Perdarahan Rahim Disfungsional
  863. Perdarahan Saluran Pencernaan
  864. Perforasi Gendang Telinga
  865. Perforasi Septum
  866. Perforasi atau Perlubangan
  867. Pergelangan Kaki Yang Terkilir
  868. Perichondritis
  869. Perikarditis akut
  870. Perikarditis Kronis
  871. Perilaku Bunuh Diri
  872. Periodontitis (piore)
  873. Peritonitis (radang selaput rongga perut)
  874. Perkembangan dan Penyebaran Kanker
  875. Perlemakan Hati (Fatty Liver)
  876. Persalinan
  877. Persendian Charcot (Penyakit Sendi Neuropatik)
  878. Pertumbuhan Pada Peni5
  879. Pertussis
  880. Perubahan Fisik Wanita Hamil
  881. Perubahan Warna Kuku
  882. Pharyngitis (Radang Tenggorokan) Pada Anak
  883. Pielonefritis
  884. Pingsan (sinkop)
  885. Pitiriasis Rosea
  886. Plag (Black Death)
  887. Pleurisi (radang pleura)
  888. Pneumokoniosis Jinak (Benign Pneumoconioses)
  889. Pneumonia (radang paru)
  890. Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia)
  891. Pneumonia Atipik (Walking pneumonia)
  892. Pneumonia Bakteri Gram Negatif
  893. Pneumonia Eosinofilik
  894. Pneumonia Jamur
  895. Pneumonia Karena Hemophilus influenzae
  896. Pneumonia pada bayi baru lahir
  897. Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis)
  898. Pneumonia Pneumokokus
  899. Pneumonia Stafilokokus
  900. Pneumonia Virus
  901. Pneumonitis Hipersensitivitas (Pneumonitis Interstisial Alergika)
  902. Pneumonitis Kimia
  903. Pneumotoraks
  904. Poliarteritis Nodosa
  905. Polikondritis Kambuhan
  906. Polimialgia Rematika
  907. Polimiositis dan Dermatomiositis
  908. Polineuropati
  909. Polio
  910. Polip Di Usus Besar dan Rektum
  911. Polip Hidung
  912. Polip Kolorektal
  913. Polip Pita Suara
  914. Poliposis Familial
  915. Polisitemia
  916. Polisitemia Vera
  917. Porfiria
  918. Porfiria Intermiten Akut
  919. Porfiria Kutanea Tarda
  920. Postmaturitas (kelahiran janin usia tua)
  921. Postprandial Hypotension
  922. Prematuritas (kelahiran prematur)
  923. Priapisme (erek5i nyeri dan Menetap)
  924. Proktitis (radang lapisan rektum)
  925. Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolapse (MVP))
  926. Prolapsus Rektum
  927. Prosedur Persalinan dan Melahirkan
  928. Prostatitis (Radang Kelenjar Prostat)
  929. Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosis)
  930. Protoporfiria Eritropoetik
  931. Psedofolikulitis Barbae
  932. Pseudogout
  933. Pseudoxantoma Elastika
  934. Psittakosis (Demam Burung Beo)
  935. Psoriasis
  936. Pubertas
  937. Pulpitis (radang pulpa gigi)
  938. Punggung Atlet Angkat Besi
  939. Purpura Alergika
  940. Pusing (Pening)
  941. Rabies (anjing gila)
  942. Radang Pankreas atau Pankreatitis Akut
  943. Radang Paru Perokok (Desquamative Interstitial Pneumonia)
  944. Radang Sendi Psoriasis atau Artritis Psoriatik (Psoriatic Arthritis)
  945. Radang Usus Besar (Diversion Colitis)
  946. Radang Usus Buntu (Appendicitis) pada Anak
  947. Rahang Retak
  948. Rahang Tidak Pada Tempatnya
  949. Rakitis Yang Resisten Terhadap Vitamin D
  950. Rambut yang Tumbuh Ke Dalam
  951. Reaksi Alergi
  952. Reaksi Alergi Akibat Olah Raga
  953. Reaksi Fotosensitivitas
  954. Refluk Asam (Refluks Gastroesofageal)
  955. Regurgitasi
  956. Regurgitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta, Aortic Regurgitation)
  957. Regurgitasi Katup Mitral
  958. Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation)
  959. Resesi Gusi
  960. Retinitis Pigmentosa
  961. Retinoblastoma
  962. Retinopati Diabetikum
  963. Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)
  964. Retinopati Pada Bayi Prematur
  965. Rewel, Menangis Berlebihan, dan Kolik
  966. Rinitis Alergika Musiman
  967. Rinitis Alergika Pereneal
  968. Rinitis Non-Alergika
  969. Robekan Pada Kerongkongan
  970. Rosaea
  971. Roseola Infantum
  972. Ruam Pada Bayi
  973. Ruptur Diskus Vertebralis
  974. Sakit Gigi
  975. Sakit Kepala
  976. Sakit Kepala Cluster
  977. Sakit Kepala Migren
  978. Sakit Kepala Tension
  979. Sakit Kuning (Jaundice)
  980. Sariawan (Chanker Sores, Ulkus Aftosa)
  981. Sarkoidosis (Sarcoidosis)
  982. Sarkoma Kaposi
  983. Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kulit)
  984. Scanning Aorta Abdominal
  985. Scanning Endoskopi Jantung
  986. Scanning Galium Pada Tubuh
  987. Scanning Jantung (Ekokardiogram)
  988. Scanning Kandung Dan Saluran Empedu
  989. Scanning Pada Ginjal
  990. Scanning Pada Hati dan Limpa
  991. Scanning Pada Kantong Darah Di Jantung
  992. Scanning Pada Thyroid
  993. Scanning Pembuluh Darah (Ultrasonografi Doppler)
  994. Scanning Teknetium Jantung
  995. Scanning Thalium Pada Jantung
  996. Scanning Thalium Persantin Pada Jantung
  997. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Dada
  998. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Ginjal
  999. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Hati dan Saluran Empedu
  1000. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Otak
  1001. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Pankreas
  1002. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Rangka
  1003. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbital)
  1004. Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Tulang Belakang
  1005. Scanning Tulang
  1006. Scanning Ultrasonogarfi Pada Tiroid
  1007. Scanning Ultrasonografi Pada Hati
  1008. Scanning Ultrasonografi Pada Pankreas
  1009. Scanning Ultrasonografi Pada Pelvis
  1010. Scanning Ultrasonografi Pada Sirkulasi Otak (Studi Transkranial Doppler)
  1011. Scanning Ventilasi Paru-Paru
  1012. Schistosomiasis
  1013. Schizophrenia
  1014. Schizophrenia Pada Masa Kanak-Kanak
  1015. Sciatica
  1016. Selaput Kerongkongan (Sindroma Plummer-Vinson, Disfagia Sideropenik)
  1017. Selulitis
  1018. Selulitis Orbitalis
  1019. Sembelit (Konstipasi)
  1020. Sembelit Pada Anak
  1021. Sensasi Globus (Histeria globus)
  1022. Sepsis Neonatorum
  1023. Serangan Iskemik Sesaat
  1024. Serangan Jantung
  1025. Serangan Panik dan Penyakit Panik
  1026. Serous Otitis Media Pada Anak
  1027. Sesamoiditis
  1028. Setelah Perawatan Gigi
  1029. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
  1030. Shin Splints Bidai Tulang Kering
  1031. Short Bowel Syndrome
  1032. Sick sinus syndrome
  1033. 5ifilis
  1034. 5ifilis Kongenitalis (5ifilis pada janin atau bayi)
  1035. Sigelosis
  1036. Silikosis (Silicosis)
  1037. Sinar Matahari dan Kerusakan Kulit
  1038. Sinar-X Pada Ginjal, Ureter dan Kandung Kemih
  1039. Sinar-X Pada Jantung
  1040. Sinar-X Pada Kandung Empedu (Cholecystography Oral)
  1041. Sinar-X Pada Limpa (Splenoportography)
  1042. Sinar-X pada Rahim dan Saluran Fallopi (Hysterosalphingography
  1043. Sinar-X Pada Rongga Mata
  1044. Sinar-X Pada Sendi (Arthrography)
  1045. Sinar-X Pada Sinus
  1046. Sinar-X Pada Tengkorak
  1047. Sinar-X Pada Tulang Belakang
  1048. Sinar-X Pada Usus Dua Belas Jari (Duodenografi Hipotonik)
  1049. Sindrom bahu-tangan
  1050. Sindrom Carpal Tunnel
  1051. Sindrom Cubital Tunnel
  1052. Sindrom Eaton-Lambert
  1053. Sindrom Kuku Hijau
  1054. Sindrom levator (Levator syndrome)
  1055. Sindrom long QT
  1056. Sindrom Malabsorbsi
  1057. Sindrom Noonan
  1058. Sindrom Pertumbuhan Bakteri Berlebihan
  1059. Sindrom Radial Tunnel
  1060. Sindrom Tarsal Tunnel
  1061. Sindroma Alkohol Pada Janin
  1062. Sindroma Alport
  1063. Sindroma Aspirasi Mekonium
  1064. Sindroma Bartter
  1065. Sindroma Behcet
  1066. Sindroma Budd-Chiari
  1067. Sindroma Cri Du Chat
  1068. Sindroma Defisiensi Poliglanduler
  1069. Sindroma Distres Pernafasan (Penyakit Membran Hialin)
  1070. Sindroma Down
  1071. Sindroma Ehlers-Danlos
  1072. Sindroma Empty Sella
  1073. Sindroma Fanconi
  1074. Sindroma Fibromialgia (Fibromiositis)
  1075. Sindroma Gawat Pernafasan Akut
  1076. Sindroma Goodpasture (Sindroma Ginjal Paru)
  1077. Sindroma guillain-barr (Polineuritis asendens akut)
  1078. Sindroma Hemolitik-Uremik
  1079. Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri
  1080. Sindroma Kawasaki
  1081. Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS, Sudden Infant Death Syndrome)
  1082. Sindroma Klinefelter
  1083. Sindroma Kulit Terbakar Karena Stafilokokus
  1084. Sindroma Liddle
  1085. Sindroma Marfan
  1086. Sindroma Nail-patella
  1087. Sindroma Nefritik Akut
  1088. Sindroma Nefritik Kronik
  1089. Sindroma Nefritik Progresif
  1090. Sindroma Nefrotik
  1091. Sindroma Neoplasia Endokrin Multipel
  1092. Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal)
  1093. Sindroma p (Sindroma Wolf-Hirschhorn)
  1094. Sindroma Paraneoplastik
  1095. Sindroma Premenstruasi (PMS)
  1096. Sindroma Ramsay Hunt (Herpes Zoster pada telinga)
  1097. Sindroma Reiter
  1098. Sindroma Reye
  1099. Sindroma Sakit Eutiroid
  1100. Sindroma Saluran Torakikus
  1101. Sindroma Shy-Drager
  1102. Sindroma Sjogren
  1103. Sindroma Syok Toksik
  1104. Sindroma Tidur Apneu
  1105. Sindroma Tourette
  1106. Sindroma Turner
  1107. Sindroma X Yang Rapuh
  1108. Sindroma XXX
  1109. Sindroma XYY
  1110. Sinusitis
  1111. Sirosis
  1112. Sirosis Bilier Primer
  1113. Sistem Kekebalan Tubuh
  1114. Sistem Repr0duksi Pria
  1115. Sistem Repr0duksi Wanita
  1116. Sistinuria
  1117. Sistitis
  1118. Sistitis Interstisialis
  1119. Sistosarkoma Filodes
  1120. Sitosterolemi
  1121. Skabies (infeksi tungau)
  1122. Skin Tags
  1123. Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)
  1124. Skleroderma (Sklerosis Sitemik)
  1125. Sklerosis Multipel (multiple sclerosis)
  1126. Skoliosis
  1127. Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)
  1128. Spina Bifida (Sumbing Tulang Belakang)
  1129. Spondilitis Ankilosing
  1130. Spondilosis Servikalis
  1131. Sporotrikosis
  1132. Stenosis Katup Aorta
  1133. Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis)
  1134. Stenosis Katup Mitral
  1135. Stenosis Katup Pulmoner
  1136. Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)
  1137. Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis)
  1138. Sterilisasi
  1139. Strabismus (Mata juling)
  1140. Stres
  1141. Stroke Iskemik
  1142. Stupor dan Koma
  1143. Subarachnoid Hemorrhage
  1144. Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
  1145. Sumbatan di Telinga Luar
  1146. Syok (Shock)
  1147. Syok Septik
  1148. Tabel Tinggi Badan – Berat Badan
  1149. Tahap Perkembangan Bayi
  1150. Tahi Lalat (Nevi)
  1151. Tahi Lalat Atipik (Nevi Displastik)
  1152. Taji Pada Tumit (Heel Spurs)
  1153. Takikardi ventrikular
  1154. Takipneu Transien (Sindroma Paru-paru Basah Pada Bayi Baru Lahir)
  1155. Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi
  1156. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
  1157. Telangiektasi Hemoragik Herediter
  1158. Telinga, Hidung dan Tenggorokan
  1159. Tempurung lutut Chondromalacia
  1160. Tendinitis Achilles
  1161. Tendinitis dan Tenosinovitis
  1162. Tendinitis Poplitealis
  1163. Tendinitis Rotator Cuff
  1164. Tengkorak Retak
  1165. Terapi Kombinasi
  1166. Terapi Radiasi
  1167. Tes Aliran Darah Ke Paru-Paru (Scanning Perfusi Paru-paru)
  1168. Tes Whitaker Untuk Fungsi Ginjal
  1169. Tes Yodium Pada Kelenjar Thyroid
  1170. Testis Tidak Turun dan Retractil
  1171. Tetanus
  1172. Tetralogi Fallot
  1173. Thalassemia
  1174. Tidak Mampu Menahan Berkemih atau Incontinence Pada Anak
  1175. Tifus Murin
  1176. Tinea Versikolor (panu)
  1177. Tinnitus = Telinga Mendenging
  1178. Tiroiditis (radang kelenjar tiroid)
  1179. Tiroiditis Granulomatosa Subakut
  1180. Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun)
  1181. Tiroiditis Limfosotik Laten
  1182. Toksokariasis
  1183. Toksoplasmosis
  1184. Toksoplasmosis Kongenitalis
  1185. Tomografi Pada Dada
  1186. Tonsilitis (Radang Amandel)
  1187. Tonsillar Cellulitis dan Abscess
  1188. Torsio Testis
  1189. Tortikolis Spasmodik
  1190. Trakoma
  1191. Transfusi Darah
  1192. Transplantasi Sel Punca (Stem Cell)
  1193. Transposisi Arteri Besar
  1194. Trauma
  1195. Trauma Saluran Kemih
  1196. Traveler’s Diarrhea (Flu Usus, Grippe, Turista)
  1197. Tremor
  1198. Trench Mouth (Infeksi Vincent,Gingivitis ulserativa nekrotikan akut)
  1199. Treponematosis
  1200. Trichiasis
  1201. Trikinosis
  1202. Trikomoniasis
  1203. Trikuriasis (Infeksi cacing cambuk usus)
  1204. Trombosis Sinus Kavernosus
  1205. Trombosis vena dalam
  1206. Trombosis Vena Porta
  1207. Trombosis Vena Renalis
  1208. Trombositopenia
  1209. Tropical Spastic ParaparesisatauHTLV- yang Berhubungan dengan Myelopathy
  1210. Tropical Sprue (Sariawan Tropikal)
  1211. Tuberkulosis (TBC)
  1212. Tuberkulosis pada bayi
  1213. Tulang Tengkorak Retak
  1214. Tularemia (Demam Kelinci, Demam Lalat Rusa)
  1215. Tumbuh Gigi
  1216. Tumor Hati
  1217. Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
  1218. Tumor Jantung
  1219. Tumor Jinak Konjungtiva
  1220. Tumor Kelopak Mata
  1221. Tumor Kerongkongan Nonkanker
  1222. Tumor kulit jinak Keratoakantoma
  1223. Tumor Medula Spinalis
  1224. Tumor Otak
  1225. Tumor Pada Kuku
  1226. Tumor Perut Nonkanker
  1227. Tumor Saluran Empedu
  1228. Tumor Saraf Pendengaran
  1229. Tumor Telinga Luar
  1230. Tumor Tulang Metastatik
  1231. Tumor Tulang Non-Kanker
  1232. Tumor usus halus
  1233. Tumor wilms
  1234. Ulkus Dekubitus (Bedsores)
  1235. Ulkus Kornea
  1236. Ulkus Peptikum
  1237. Ulkus Peptikum
  1238. Ureteritis
  1239. Uretritis
  1240. Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis
  1241. Uveitis (Radang Uvea)
  1242. Vagini5mus
  1243. Vaginitis dan Vulvitis
  1244. Variabel Imunodefisiensi Umum
  1245. Varicocele
  1246. Varises Vena (Varicose Veins)
  1247. Vaskulitis (radang pembuluh darah)
  1248. Venogram Pada Ginjal
  1249. Verruca vulgaris pada kuku
  1250. Vertigo
  1251. Vertigo Postural (Vertigo Posisional)
  1252. Vestibulitis
  1253. Vipoma
  1254. Virilization
  1255. Vitamin
  1256. Vitamin dan Mineral
  1257. Vitiligo
  1258. Voiding Cystourethrography
  1259. Wolf-Parkinson-white Syndrome
  1260. Xantomatosis Serebrotendinosa

Demikian penjelasan kami mengenai artikel Daftar Nama Penyakit dari A sampai Z lengkap Semoga bisa menjadi referensi serta bermanfaat bagi anda.


EmoticonEmoticon